Monday, March 12, 2012

Bawalah KTP saat ke Bali atau Rasakan Sendiri Akibatnya!

Sebelum saya punya KTP baru, saya akan berpikir panjang untuk datang lagi ke Bali. Ini bukan trauma, hanya saja perjalanan yang kurencanakan akan berjalan baik akhirnya terganggu dengan urusan KTP (Kartu Tanda Penduduk). Untuk masuk ke Bali, anda perlu memiliki dan membawa KTP, jika tidak, mungkin kita akan punya pengalaman yang sama, berurusan dengan penjaga di pos pemeriksaan KTP di Pelabuhan Gilimanuk atau diselamatkan oleh Tukang Ojek.

Sejak 2009 sebenarnya namaku sudah tidak terdaftar lagi pada KK (kartu keluarga) keluarga di Makassar, pasalnya pada sensus penduduk sebelum Pemilu 2009, saya tidak didaftarkan masuk sebagai anggota keluarga, alasan orang tuaku mungkin karena saya sedang merantau ke Malang jadi seharusnya tak usah "dihitung". Akibatnya, status kependudukan saya mulai tidak jelas saat itu, tidak terdata pada instansi catatan sipil manapun, baik di Makassar maupun di Malang.

Di tahun 2010 baru kusadi kondisi itu saat ingin memperpanjang masa aktif KTP, data saya tidak bisa diakses karena tidak terdaftar, masalah ini kemudian diselesaikan dengan meminta form pembuatan KTP (dimulai lagi seperti proses pembuatan KTP pertama kali), namun sebelum sampai pada proses pendaftaran atau pembuatan data kependudukan di kantor kecamatan, kusarankan pada orang tuaku untuk mengambilkan surat pindah saja, waktu itu kupikir bahwa membuat KTP dengan status kependudukan atau warga Malang lebih mudah, sehingga kebutuhan-kebutuhan yang kuinginkan di malang dapat dengan mudah kupenuhi, misalnya menjadi anggota di perpustakaan kota, dll.

Terbitlah surat pindah tersebut, celakanya mud saya mengurus pembuatan KK dan KTP hilang, akibatnya tentu saja status kependudukan saya semakin tidak jelas. Untung saja saya masih punya SIM (Surat Izin Mengemudi), sehingga jika dimintai tanda pengenal/identitas, SIM itulah yang kusodorkan. Kebiasaan memanfaatkan SIM sebagai pengganti KTP juga membuatku makin acuh pada KTP dan tidak lagi menganggap persyaratan menunjukkan kartu identitas sebagai masalah.

Di Bali, KTP adalah KTP, entah bagaimana aturan tertulis yang sebenarnya. Walaupun anda punya SIM yang masih aktif, ataupun surat jalan, atau KTP tetapi sudah tidak aktif, anda akan tetap kesulitan menginjakkan kaki di Bali, kecuali pelabuhan Gilimanuk. Hal ini kuketahui saat seorang tukang ojek naik ke bus yang kutumpangi dan mengumumkan agar penumpang yang tidak membawa KTP (aktif) agar turun demi keamanan, dia mengancam jika tidak maka akan mendapatkan masalah; salah satunya diprintahkan untuk kembali alias tidak boleh melangkahkan kaki lebih jauh dari pelabuhan Gilimanuk.

Pos Pemeriksaan KTP di Pelabuhan Gilimanuk | Sumber foto: beritabali.com
Sang tukang ojek memperjelas informasinya bahwa: KTP tidak aktif, surat jalan dan SIM tidak dipakai. Mendengar itu, saya mulai tegang, namun kuanggap bercanda hingga kukonirmasi kepada teman dudukku selama perjalanan, katanya SIM tidak bisa digunakan. Astaga, saya makin tegang tapi berusaha tetap tenang karena menganggap ini hanya sejenis sambutan Bali terhadapku.

Saat bersiap untuk turun dari bus, seorang penumpang berusaha membisikiku agar member tukang ojek uang sebesar 15 ribu saja. Saya mengangguk sambil turun dari bus, sesekali menyesali ketidak akuratan informasi yang kurangkum sejak masih di Malang soal KTP.

Sebelum berangkat ke Bali, beberapa beberapa asal Bali yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang, kutanyai apakah saya bisa datang ke Bali tanpa KTP tapi dengan SIM? Mereka semua menyatakan bisa, walaupun diantaranya mengaku tidak tahu dan meneruskan dengan saran dicoba saja. Informasi ini memang sempat membuatku was-was, toh saya sudah membiasakan diri untuk melengkapi dan memastikan informasi-informasi yang kubutuhkan dalam perjalanan, baik tariff transportasi, lokasi tempat-tempat penting, suasana, dll.

Akhirnya, saya mengikuti tukang ojek keluar dari kapal feri yang baru saja sandar di pelabuhan Gilimanuk, sekitar pukul 01.30 WITA. Saat sampai di sepeda motornya, saya langsung bertanya padanya berapa harga yang harus saya bayar. Aksi tawar menawarpun berlangsung. Kejadiannya cukup lama, kakiku sendiri sampai pegal-pegal berdiri mempertahankan tawaran harga yang kuinginkan. Saya harus membayar lebih mahal dari yang kukira, walaupun sebenarnya jasa ojek sama sekali tidak kubutuhkan, hanya saja dengan menggunakan ojek itu, saya bisa melewati pos penjagaan setelah si tukang ojek bersalaman dengan seorang penjaga di pos pemeriksaan.

Sebagaimana pengalaman mengunjungi banyak tempat di Indonesia (umumnya Jawa), saya menggunakan kemampuan menawar tukang ojek, referensi harga yang dibisikkan penumpang bus tadi membuatku bertahan keras di harga itu. Parahnya, tukang ojek ini berjibaku mempertahankan penawarannya. Ketika kucoba melawan lebih keras dengan mendebati tawaran harganya, dia hanya membela diri dengan ancaman konyol: sebelum saya (tiba di Gilimanuk) ada lima orang yang dipulangkan atau dikembalikan karena tidak membawa KTP.

Kulawan lagi dia, aku meludah saat dia mengancamku dan menunjukkan sikap tidak respek atas ancamannya. Kukatakan padanya untuk tidak usah mengancam dengan cerita konyol seperti itu. Proses tawar-menawar harga berlangsung makin sengit, saya sendiri tidak lagi punya bahan apa-apa untuk tetap saling berdebat. Kuperhatikan dua orang politi berjaga di sebuah pos (entah temapt itu sebenarnya apa), ada dorongan untuk melobi langsung kepada petugas pemeriksa KTP yang berjada pada sisi lain dari tempatku berdiri, sayangnya saya tidak punya modal informasi.

Usaha tawar-menawar mentok, kuhubungi temanku untuk menyelesaikan urusan yang kualami, setelah beberapa kali kubiarkan dia saling tawar menawar harga, akhirnya saya bisa lolos memasuki Bali, plus sampai di tujuan dengan jasa ojek dari tukang ojek yang tadi. Kejadian saling-tawar menawar di pelabuhan Gilimanuk membuatku tidak semangat mengajak sang tukang ojek ngobrol lepas. Pelabuhan Gilimanuk kutinggalkan pukul 03.00 WITA lewat beberapa menit.

Di satu waktu, pengalaman ini kutertawakan. Samapai sekarang saya masih belum tahu seperti apa aturan ini sebenarnya, apakah memang kartu pengenal lainnya tidak bisa digunakan untuk mengganti KTP, lalu bagaimana proses sebenarnya yang dilakukan oleh pendatang atau pengunjung yang tidak membawa KTP?.

Ahhh, Betapa KTP sangat penting untuk orang-orang yang hilir mudik (datang) ke pelabuhan Gilimanuk, entah bagaiaman di bandara Ngurah Rai, Bali. Bagi anda yang kebelet mengunjungi Bali sementara tidak memiliki KTP atau KTP anda sudah tidak aktif lagi, bersiaplah berhadapan dengan tukang ojek, jika tidak sebaiknya anda beranikan diri melobi langsung kepada petugas pemeriksaan. Dari beberapa cerita yang kubaca dari forum Kaskus, banyak yang datang ke Bali dalam kondisi bermasalah (Tidak bawa KTP, KTP sudah tidak aktif atau mati, dll). Solusinya, mereka tetap menemui petugas jaga dan menjalani proses, sayang saya kurang mengerti proses formalnya bagaimana karena beberapa cerita berbeda, ada yang KTP lamanya dibolongin, ada yang menendatangani surat pernyataan, ada juga yang harus membayar baru bisa lolos. Lain kali, saat ke Bali, saya akan coba langsung bertemu dengan petugas pemeriksaannya saja, skalian wawancara dadakan.

Oh iya, ada juga Kaskuser yang menceritakan pengalamannya menyaksikan seorang ibu-ibu ditahan di pos pemeriksaan, nih saya kutip langsung saja:
Originally Posted by djoibunedindan View Post
Sharing aja yah Gan, kebetulan pas tgl 26 kmaren ane k Bali via bis, jdi semua penumpang suruh turun dari bis buat cek KTP gtu, nah ada kejadian yg agan maksud juga, ada ibu2 (ibu apa nenek ya,umurny d atas 50th) KTPny uda kadaluarsa, eh dia ditahan d pelabuhan g boleh lanjutin perjalanan, padahal ni ibu2(nenek juga) baru nempuh perjalanan dari palembang, baru d ijinin masuk k Bali klo ada sodaranya yg berKTP bali datang jemput, kasian ane Gan, dasar si bis g mau rugi ywd maen tggl aja, si ibu serombongan gtu, yg ane heran temen2 serombonganny g ada yg mau nemenin d pelabuhan, ga tau deh tuh nasib si ibu, smpe skrg ane masih kepikiran gan.
Pengalaman ini, menambah lagi koleksi cerita perjalananku mengunjungi banyak tempat, sungguh Indonesia ini luas dan kaya akan karakter manusia, walaupun semangatnya satu; masalah bisa diselesaikan dengan lobi (bahasa kerennya = diplomasi) dan “jabak tangan”.

23 komentar:

Anonymous said...

makasih udah share gan,

wawan putra said...

Kalau pakek kartu pelajar bisa ngga klo yg umurnya di bawah 17

Hamid Bach said...

Bener gan...ada yang bernama reno pada tanggal 19.05.15 jam 17:15 saya dan teman saya sampai di pelabuhan gilimanuk dan disitu teman saya Tidak membawa ktp,di minta lah 50rb dan saya mengatakan ksh kwitansi...eh dia malah marah dan mengancam hal2 yang Tidak masuk akal..debat pun ku mulai...petugas lain pada kabur...karena merasa saya terus menanyakan prosedur yang sesungguhnya.
Jika Memang harus menggunakan ktp yasudah suruh balik saja temen saya...kan beres.itu baru sesuai prosedur dan peraturan di tegak kan...Dan secara Tidak langsung sama dengan kita menjaga bali dari ancaman terrorist. Tapi Tidak dengan apa yang di lakukan bapak reno pada hari ini...dia berusaha melakukan pungli sebesar 50rb dengan alasan di bantu.,tapi ketika di Tanya kwitansi malah nyolot marah dan mengancam...contoh orang2 seperti ini lah yang merusak bali dari segi keamanan,kenyamanan dan keindahan pulau bali.

Hamid Bach said...

Bener gan...ada yang bernama reno pada tanggal 19.05.15 jam 17:15 saya dan teman saya sampai di pelabuhan gilimanuk dan disitu teman saya Tidak membawa ktp,di minta lah 50rb dan saya mengatakan ksh kwitansi...eh dia malah marah dan mengancam hal2 yang Tidak masuk akal..debat pun ku mulai...petugas lain pada kabur...karena merasa saya terus menanyakan prosedur yang sesungguhnya.
Jika Memang harus menggunakan ktp yasudah suruh balik saja temen saya...kan beres.itu baru sesuai prosedur dan peraturan di tegak kan...Dan secara Tidak langsung sama dengan kita menjaga bali dari ancaman terrorist. Tapi Tidak dengan apa yang di lakukan bapak reno pada hari ini...dia berusaha melakukan pungli sebesar 50rb dengan alasan di bantu.,tapi ketika di Tanya kwitansi malah nyolot marah dan mengancam...contoh orang2 seperti ini lah yang merusak bali dari segi keamanan,kenyamanan dan keindahan pulau bali.

www.7g.com said...

Sama, ane juga yg mintain namanya pak RENO

Windi Agust said...

Ya betul kalau ktp mati disuruh bayar ....untung cuma 20 rb

BEDUL BABUY said...

Boom g lewat situ,,,,

Unknown said...

gan klo gak punya sim gmna ?

Rib Han said...

Kartu pelajar bisa bagi yg msh berstatus pelajar tp kl sdh diatas 17 thn sebaiknya punya ktp aktif harus itu yg lain tidak akan terpakai kl tidak nt akn ada pungli yg trjd krn tau agan2 dari jauh ato jawa akan ditakuti2 cost ny pun dipermainkn oleh org2 yg tidak brtggung jawab

Rib Han said...

Saya dr jembrana yg dimana gilimanuk trmsk wilayahnya. Saya sarankan buat agan2 yg mau ke bl sebaikny baca prkembgn berita apa yg lagi hangat ato hit kl berita tntg teroris lg hit ato ada bom or ancaman bom sebaikny pertimbangkan lg mw dtg ke bl kl identitas agan tdk lgkp krn waktu itu di gilimanuk pemeriksaannya super ketat bhkn nyamuk pun mgk diperiksa kl mau lewt hehehe....tp kl hari2 biasa tdk ada berita heboh pemeriksaan tdk akn trl ketat bhkn mnrt sy cm formalitas saja

Rib Han said...

Kl anda bawa motor atau mobil sim diperlukan untuk pemeriksaan waktu di pos jaga yg bertugas memeriksa polisi semua nanti setelah lewat pemeriksaan sim barulah di pintu gerbang keluar pelabuhan ada pemeriksaan lg oleh petugas yg bertugas memriksa ktp tp disini bkn polisi yg memeriksa mlnkn petugas pemeriksa ktp

Anonymous said...

Kalo ke bali emang barang bawaannya pada diperiksain atau engga sih?

ki sure said...

Mo tanya gan. Kalo mobilnya mati pajak bisa masuk gak gan.? Identitas orang dan mobil komplit. Cuma pajaknya mati.

ki sure said...

Mo tanya gan. Kalo mobilnya mati pajak bisa masuk gak gan.? Identitas orang dan mobil komplit. Cuma pajaknya mati.

Pur said...

Saya seorang WNI yang penduduk di luar negeri, sesuai UU23/2006 gimana WNI penduduk luar negeri harus serahkan terlebihdahulu KTP ke perwakilan Indonesia untuk lapor permindahan kependudukan dari Indonesia ke luar negeri.

Sebab ini saya otomatis hanya pegang Paspor Indonesia sebagai identitas dalam Indonesia.

Saya dengan teman2 WNA masuk wilayah Bali melalui Gilimanuk. Untuk pemeriksaan KTP saya berikan paspor punya teman2 dan saya ke petugas berseragam hijau tua.

Yang teman2 WNA tidak dibermasalahkan. Saya sebagai WNI malah dicarikan masalah tentang tidak beradanya KTP.

Akhirnya saya dimintakan Rp100,000 untuk "sanksi administrasi" kalau tidak langsung disuruh kembalikan ke Pulau Jawa. Petugas penambah sanksi ini tidak ada tanda terima tapi saya dijamin setelah meningalkan daerah pelabuhan tidak akan ada pemeriksaan KTP di wilayah2 Bali lain.

Yang lucunya, WNA malah dapat hak kebebasan perjalanan yang melebiho dari WNI di dalam NKRI.

Saya jelaskan sesuai UU23/2006, WNI yang punya paspor diterbit perwakilan Indonesia di luar negeri tidak akan punyai KTP.

Balasan petugas hanya, "Itu peraturan negara, ini peraturan daerah Kapubaten gimana semua pendatang harus membawa KTP, kalau tidak ada bapak silakan kembali ke Pulau Jawa, lagipula Paspor hanya berlaku untuk di Bandara, ini pelabuhan pak."

ira puspita sari said...

saya mau tanya nih kak , saya mau pergi ke bali via pesawat , ktp saya masih proses karna e-ktp masih 3 bulan jadinya sedangkan saya pergi ke bali hari kamis , kalo ga bawa ktp kira2 bisa ga ya? tapi saua punya pasport

Vicky Restu Fauzi said...

Permisi kak, saya mau tanya kalo dr bali ke jawa via pelabuhan gilimanuk dan ketapang itu pemeriksaannya boleh pake SIM ga?

Yusup eko Dono said...

saya juga baru saja menalami dengan 2 rekan saya,pada hari minggu 10 September 2016 yang belum jadi untuk E KTP, padahal untuk KTP masih Aktive sampai 2019,Alasan di mintai surat keterangan dari kelurahan... hanya karena tidak pakai E KTP kami dimintai uang @10.000 untuk bisa masuk Bali, 2 rekan saya disuruh turun dan balik keketapang, akhirnya kami satu rombongan memutuskan untuk kembali ke banyuwangi dan tidak jadi ke Bali...

ini pengamanan atau kah pungutan liar dari para SATPOL PP, kami WNI yang bayar Pajak, dan mereka di gaji dari Pajak Kami, tapi kenapa masih ada pungutan liat seperti itu

Yusup eko Dono said...
This comment has been removed by the author.
Unknown said...

Boleh tnya klau di gilimnuk ninja 250 boleh gk pakek kenalpot wor tolong bntu

Unknown said...

Boleh tnya klau di gilimnuk ninja 250 boleh gk pakek kenalpot wor tolong bntu

Dita Nirwana said...

Gimana ya buat ktp d-i Bali

Sya baru umur 17


Mnta info donk

Zainal Abadi said...

Mau tanya..rencana tgl 27 desember mau ke bali rombongan menghadiri ULTAH SLANK (Rombongan),temen saya belum punya KTP..kalo pakai kartu pelajar masih aktif bisa gak??

Post a Comment

Jangan lupa meninggalkan komentar ya.... (Tolong jgn berkomentar sebagai Anonymous)

 

Alternative Road Copyright © 2012 -- Template was edited by Cheng Prudjung -- Powered by Blogger