Monday, April 27, 2009

Eureka dan “Aouchhh”; Oouw Nikmatnya!!

Dua ungkapan di atas ini tiba-tiba hadir dalam benak saya, kedua ungkapan ini saya persandingkan dikarenakan kesamaan arti walaupun substansinya tidak terlalu mirip. Namun, yang ingin saya sampaikan adalah, kata atau ungkapan Eureka, menandakan sebuah ekspresi yang berarti bahwa “Saya telah menemukannya”. Sederhananya, ungkapan Eureka adalah tanda bahwa ada sesuatu yang ditemukan, (Aduh sulitnya merangkai kalimat ini).

Kemudian ungkapan selanjutnya, yaitu “Aouchhh” (silahkan berpikiran ngeress!) adalah ungkapan umum, ia adalah sebuah fonem pada awalnya, hanya sebuah bunyi dari indra pengucap kita, akan tetapi ungkapan ini kemudian berkembang dan menurut saya sudah bisa menjadi Onomatophea, sama seperti fonem gong gong (gonggongan anjing) yang kemudian menjadi bahasa atau sebuah kata.

“Aouchhh” secara tidak langsung disepakati sebagai ungkapan pelampiasan ekspresi kenikmatan. Biasanya ungkapan ini selalu berhubungan dengan hal-hal yang sifatnya seksual (padahal ketika kita meminum minuman yang nikmat, biasanya ungkapan ini juga terlontar). Namun, bagaimanapun itu, kesamaan ungkapan ini dengan ungkapan Eureka di atas tidak lain karena kesamaan maksud, yaitu bermaksud untuk mengungkapkan ekspresi kegembiraan atau kenikmatan yang ditemukan.

Sederhananya, Eureka adalah ungkapan yang terlontar setelah menemukan sesuatu dan membentuk perasaan gembira atau nikmat dalam “dada” setelah sebuah proses berilmu. Sementara “Aouhhh” adalah ungkapan yang terlontar setelah menemukan sesuatu yang membentuk perasaan nikmat atau gembira dari proses biologis.

Untuk memberikan nilai/isi pada tulisan ini, saya menyampaikan sebuah kisah tentang awal mula pupolernya ungkapan Eureka. Saya merangkai kisah tersebut sebagaimana di bawah ini;

Ungkapan Eureka (dibunyikan [yew-reek-a]), berasal dari bahasa Yunanai heurēka yang berarti "I have found it" atau "Saya telah menemukannya". Merupakan ungkapan yang tidak terlalu mahal harganya, sehingga siapapun dapat mengetahui ungkapan ini. Ungkapan Eureka tidak lepas dari kisah seorang ilmuwan Matematika dan Fisika yang berasal dari Syracuse, sekarang daerah ini dikenal sebagai Sisilia. Dia adalah Archimedes.

Suatu saat, Archimedes yang menjadi matematikawan andalan Raja Hieron II, diberikan tugas oleh raja Syracuse itu. Archimedes diberikan tugas untuk memeriksa kemurnian emas pada mahkota sang raja yang baru dibuat, sehubungan karena raja Hiero tidak mempercayai pembuat mahkotanya itu. Archimedes pun kebingungan untuk mengukur isi atau volume benda yang tidak baku, ia kemudian pulang dan mandi.

Saat ia masuk ke dalam bak mandi dengan keadaan telanjang, ia kemudian melihat bagaimana air tumpah ketika ia masik ke dalam bak mandi yang penuh dengan air tersebut. Air yang tertumpah itu sebanding dengan besar tubuhnya. Peristiwa inilah yang menjadikan Archimedes menemukan rumus untuk mengetahui keaslian mahkota yang seharusnya terbuat dari emas itu, bahwa dengan membagi berat mahkota dengan volume air yang dipindahkan, kerapatan dan berat jenis dari mahkota bisa diperoleh. Berat Jenis mahkota akan lebih rendah daripada berat jenis emas murni apabila pembuat mahkota tersebut berlaku curang dan menambahkan perak ataupun logam dengan berat jenis yang lebih rendah.

Begitulah rumus yang dibuat Archimedes. Saat itu, perasaannya sangatlah gembira, ia menemukan metode menghitung isi atau volume sebuah benda. Karena saking gembiranya, ia kemudian meninggalkan bak mandi dan berlari keluar rumah tanpa busana.

Dengan keadaan telanjang di muka umum, ia berteriak girang, “Eureka! Eureka!” (saya menemukannya).

Demikian kisah Eureka di atas, kegembiraan atas penemuan sesuatu menjadikan seseorang terjebak dalam keadaan lupa, hal tersebut tidak lepas dari perasaan seseorang setelah menemukan sesuatu. Dan betapa luar biasanya kata menemukan ini, dia seperti sebuah keadaan dimana seorang pelaku kejahatan yang dihukum penjara seumur hidup akhirnya bebasdan kembali ke keluarganya.

Hal yang menarik adalah, bagaimanakah luarbiasanya perasaan bahagia atau kenikmatan yang didapatkan oleh Archimedes ketika menemukan rumus mengukur isi atau Volume benda? Dan bagaimana pula luarbiasanya seorang remaja, ataupun seseorang/manusia secara umum yang menemukan kenikmatan dalam hubungan intim (biasanya pada hubungan pertama atau setelah berkonsultasi dengan mak Erot)?. Samakah?

Atau samakah sebuah proses berilmu dengan proses mendapatkan kenimatan biologis?. Hal ini menurutkku tidak terlalu penting dijawab dengan lisan, kita harus memulai dengan pengamatan. Dan jika pengamatan itu seperti ini; bahwa remaja ataukah seseorang/manusia secara umum lebih gandrung mengejar kebutuhan biologis (termasuk materil) untuk menemukan kenikmatan biologis pula, daripada mengejar ilmu pengetahuan dan menemukan kenikmatannya sendiri.

Maka zaman moderen sekarang ingin saya bahasakan dengan kata zaman (super) New-Jahiliyah (jahiliyah/kebodohan baru), hal tersebbut tidak lepas dari pengamatan kita, bahwa (jika sepekat dengan pengamatan sederhana saya di atas) masyarakat cenderung meninggalkan proses berilmu atau mencari ilmu pengetahuan. Sementara mereka (termasuk kita mungkin) sangat gandrung berlomba-lomba menemukan kenikmatan biologis.

Dan demikianlah ide saya yang terangkai dengan terbelit-belit (apakah pembaca juga merasakan demikian?). Terima kasih!!!


Jetis-Malang, 26 April 2009

1 komentar:

lux-5 said...

"setelah berkonsultasi dengan mak
Erot)?. Samakah?" kalimat ini mrusak suasana mbca,, yg trasa asyik dr atas,, endingnya brlebit emank.. :D :D

Post a Comment

Jangan lupa meninggalkan komentar ya.... (Tolong jgn berkomentar sebagai Anonymous)

 

Alternative Road Copyright © 2012 -- Template was edited by Cheng Prudjung -- Powered by Blogger