Wednesday, October 12, 2011

Semoga Bisa Berhenti Merokok (Yes we can!)

Merokok memang hal yang menyenangkan bagi para penikmatnya, namun bagi mereka yang bersikap kontra akan mati-matian menolaknya, utamanya kaum wanita, sepengetahuanku, mereka membenci rokok karena bau asapnya yang mungkin membuat seasana jadi sumpek.

Bagiku sendiri, merokok sangat sulit kukata-katai, kadang saat ditanya: apa yang membuatku merokok, aku hanya menjawab sebisanya, seadanya, dan seargumentatif mungkin, mulai dari alasan yang datang dari barat, hingga ke timur. Sebagai perokok toh tentunya saya harus membela kegemaran ini.

Ada banyak orang selain saya mungkin, yang juga berusaha melontarkan berbagai apologi untuk membela kegiatan mereka. Mulai dari argumentasi bahwa merokok itu menarik inspirasi masuk ke kepala kita, merokok itu obat stres atau membuat kita santai dan rileks, merokok itu menumbuhkan rasa percaya diri, sampai pada argumentasi: dengan merokok, kita membantu rakyat yang bekerja sebagai petani tembakau dan buruh di pabrik rokok, sekaligus membantu menyumbangkan devisa bagi negara.

Untuk argumentasiku sendiri, saya memilih kalimat yang lebih kuat: merokok itu adalah wujud kecintaan kita pada hidup yang penuh dengan beragam atraksi kesenian, intinya, smoking is an art and the smoker is an artist. Jawabanku ini kadang diselingi dengan beragam contoh bagaimana kenikmatan merokok kugapai, dari gaya menghisap rokok A hingga Z, kuperlihatkan pada teman-teman (sedapat mungkin) ekspresi kebebasan di setiap hisapan dan hembusan asapnya. Long life smoker!!! hahaha

Namun, saya berusaha berhenti, berusaha menghindari kebodohan (merokok) ini sedikit-demi sedikit. Untuk satu bungkus rokok berisi 16 batang yang biasanya habis dalam sehari, kini kutekan menjadi 3 hari atau dua hari jika dalam kondisi yang memaksaku banyak 'berasap' misalnya sedang berkumpul dengan sesama teman perokok dan mendiskusikan suatu hal dengan begitu semangat, atau ketida ngobrol dengan teman, dimana 'adrenalin kepalaku' sedang tinggi sehingga tubuhku harus melakukan sesuatu untuk menetralisir semangatku, disitulah rokok jadi solusi.

Kebetulan juga, kudapatkan info menarik terkait efek berhenti merokok yang kukutip dari kompas untuk blog ini. Efek dari berhenti merokok ini dipisahkan dalam jangka waktu tertentu, entah kawan-kawan ada pada jangka waktu yang mana, silahkan diperhatikan sendiri, hehehe;
>> 20 menit : Nikotin dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, yang menyebabkan peningkatan risiko serangan jantung. Jika dalam 20 menit Anda mampu berhenti merokok, detak jantung dan tekanan darah akan turun secara normal.
>> 8 jam : Tidak merokok selama 8 jam, akan membuat kadar nikotin dan tingkat karbon monoksida dalam darah berkurang, hal ini juga menyebabkan penurunan risiko serangan jantung. Oksigen dalam darah Anda juga akan meningkat menjadi normal.
>> 24 jam : Kemungkinan Anda mengalami risiko serangan jantung menurun. Semua karbon monoksida dan nikotin keluar dari tubuh. Ujung saraf Anda mulai kembali tumbuh mengarah pada peningkatan kemampuan indra penciuman dan perasa.
>> 48 jam : Inilah bagian yang sulit, karena dalam 48 jam Anda akan mengalami efek samping yang buruk seperti sakit perut, muntah dan juga kemungkinan mengalami hipotermia. Tetapi manfaat lain akan Anda dapatkan, di antaranya menurunkan risiko kerusakan paru-paru dan kanker paru-paru.
>> 72 jam : Tabung bronkial mulai rileks dan bernapas menjadi lebih mudah.
Setelah 2 minggu : Fungsi paru meningkat sampai 30% sehingga sirkulasi darah meningkat. Berjalan menjadi lebih mudah. Tapi juga dapat menyebabkan gejala penarikan diri seperti mudah tersinggung, sakit kepala, dan kecemasan, yang mengapa obat antidepresan bekerja dengan baik dalam berhenti merokok.
>> Antara 1-9 bulan : Silia di paru-paru mulai berfungsi dengan baik dengan membersihkan paru-paru lendir, sehingga dapat mengurangi risiko infeksi.
>> Setelah 1 tahun : Risiko Anda menderita penyakit yang berhubungan dengan merokok seperti serangan jantung akan berkurang setengah dibandingkan saat satu tahun yang lalu.
>> Setelah 10 tahun : Risiko terkena serangan jantung dan kanker paru-paru sama seperti seseorang yang belum pernah merokok. Begitu pula pada risiko penyakit lainnya seperti, kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, leher rahim, dan pankreas juga akan berkurang.

Kesimpulannya, hidup terancam lebih sehat tanpa merokok. Namun, itu versi kutipan saya di atas yang bersumber dari Kompas, bagiku sendiri, merokok itu merupakan suatu pembodohan: kita dibodohi oleh perusahaan rokok; pun kita dibidohi oleh diri kita sendiri karena bersikap penuh tanggung jawab dengan rokok ini.

Secara ekonomis, kita bisa menghitung sendiri berapa duit yang dikeluarkan hanya untuk asap semata, selain itu, merokok hanya soal sugesti, kita mensugestikan diri kita akan penuh percaya diri dan santai dengan menghisap rokok. Apalagi prokok yang masih berusia jagung, misalkan anak SMP atau SMP yang mencuri kesempatan untuk merokok, bagiku jijik sekali.

Dan sedikit demi sedikit, saya berusaha menangkan pembodohan ini dengan melawan permintaan tubuhku yang terbiasa dengan aktifitas, membuka bungkus rokok - menarik dan menyelipkan sebatang rokok di bibir - menggesek korek api dan membakar ujung rokok dengan gaya wahhhh - menghisapnya dalam-dalam dan menghempaskan asapnya beserta seluruh beban pikiran yang dihadapi. Halahhhh, ini soal sugesti kenikmatan doang bagiku, aku baru memikirkan ini.

Oia, jika kawan-kawan berfikir untuk berhenti merokok dengan pelan-pelan, ikuti saranku (saya tidak bertanggung jawab atas saran ini) pilihlah rokok yang kurang enak bagi indra perasa 'asap' anda, jangan mengkonsumsi rokok idaman lagi. Dengan mengisap rokok yang tidak enak, fikirkanlah bahwa merokok memang betul-betul tidak enak.

Setiap kali bangun tidur, sumpahilah rokok yang akan anda hisap.

Bantu saya membuang kebiasaan bodoh saya ini, kawan-kawan!

3 komentar:

indobrad said...

semangat bro. Semoga sukses usahanya berhenti merokok :D

Cheng Prudjung said...

@ all ::: hahahahahaha

lugaswicaksono said...

merokok itu enak cok! anda pakai rok panjang n kerudung yg rapi aj klo gk merokok.

Post a Comment

Jangan lupa meninggalkan komentar ya.... (Tolong jgn berkomentar sebagai Anonymous)

 

Alternative Road Copyright © 2012 -- Template was edited by Cheng Prudjung -- Powered by Blogger