Tuesday, December 27, 2011

Meninggikan Konsep di atas Ketua Umum; Menuju Munas IKAMI Sulsel

munas ikami sulsel
Musyawarah Nasional (Munas) IKAMI Sulsel semakin dekat di depan mata, forum permusyawaratan yang biasanya bermetamorfosa menjadi forum silaturahmi tahunan antar perantau di berbagai daerah di Indonesia, menuntut perhatian yang besar. Munas adalah kegiatan sacral yang menentukan gerak organisasi selama dua tahun ke depan.

Dalam ajang Munas ini, setiap cabang yang menjadi peserta dan pemilik hak musyawarah tentu akan berhadapan dengan tiga agenda besar, yakni mendengarkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dan meminta klarifikasi atas kinerja Pengurus Besar (PB) IKAMI Sulsel, merancang “perangkat lunak” organisasi seperti AD/ART dan konsep pelaksanaan ata tata kelola organisasi yang mendasar serta rekomendasi, dan tentu saja memilih punggawa yang akan bertanggung jawab atas keputusan-keputusan Munas.

Tentu saja kita mengetahui bahwa ketiganya memiliki peran yang penting dalam menentukan berlangsungnya organisasi professional yang modern. LPJ dibutuhkan guna meminta pertanggung jawaban dari para pengurus atas seluruh gerak-geriknya atas nama IKAMI Sulsel berdasarkan pada keputusan Munas sebelumnya.

Rumusan “Perangkat lunak” organisasi menjadi bagian paling krusial dalam kegiatan permusyawaratan, “Perangkat lunak” inilah yang menuntun para aktivis IKAMI Sulsel dalam menghidupkan organisasi, tanpa rumusan ini, IKAMI Sulsel bak petualang yang menjelajahi rimba tanpa bantuan kompas. Dan agenda terakhir adalah pemilihan Ketua Umum.

Yang terakhir ini sangat sulit dijelaskan, sebenarnya Ketua Umum dalam organisasi modern seperti IKAMI Sulsel hanya bertindak sebagai pengarah, mengakumuliasi segala ide dan kepentingan antar kelompok (cabang misalnya) dan memanfaatkannya utuk keuntungan bersama dan kemajuan organisasi. Persoalan penentuan kebijakan organisasi, Ketua Umum tidak mandiri dan bebas bertindak semena-mena, kebijakan harus berlandaskan pada rumusan konsep pengelolaan organisasi yang telah digodok dan disepakati sebagai bersama. Memang tak salah jika mensejajarkan Ketua Umum dengan pelayan dalam hal kerja pelayanannya.

Namun walaupun begitu, agenda pemilihan Ketua Umum seperti menjadi puncak dari perayaan Munas, kesibukan menghadapi Munas di Cabang jangan sampai adalah kegiatan membaca dan membuat peluang untuk menduduki jabatan tertinggi di PB IKAMI Sulsel. Sementara perumusan konsep gerakan organisasi ditelantarkan, parahnya lagi jika panitia pelaksana juga (larut) lebih memfokuskan agenda pencalonan dan pemilihan Ketua Umum, dibandingkan perumusan “Perangkat lunak” organisasi. IKAMI Sulsel yang kita cintai ini hanya jolloro yang terombang-ambing di tengah samudra. Hanya jolloro (bahkan mungkin lepa-lepa), bukan kapal atau pinisi !!!.

Musyawarah Nasiona IKAMI Sulsel semakin dekat dengan ambang mata. Setiap gerakan mata untuk membaca catatan ini mengantarkan kita semakin dekat ke ajang sakral itu. Mungkin rindu saling bertatap di forum Munas semakin membuncah, atau rasa penasaran sudah kelewat besar untuk mengetahui siapa sosok dibalik eksistensi dan cemerlangnya IKAMI Sulsel di cabang pada suatu daerah tertentu. Namun semoga kita tetap ingat bahwa Munas adalah satu langkah menuju semesta kesuksesan, langkah lainnya adalah kerja keras.

Mari meninggikan konsep di atas Ketua Umum !!!

ikami sulsel adalah rumah

Munas dan Perjamuan Keluarga Besar
Pernahkah terbayang di benak pembaca bahwa IKAMI Sulsel adalah sebuah keluarga? Pernahkah terbersit di hayalan bahwa Munas IKAMI Sulsel, adalah perjamuan keluarga besar yang anggotanya duduk mengelilingi meja bundar dan membicarakan kegiatan liburan di akhir pekan tanpa memusingkan siapa yang harus menjadi sopir?

Dalam kondisi di atas, bukankah pembicaraan soal rencana liburan menjadi topik utama? Misalnya menentukan tujuan kemana kita akan berlibur, bagaimana konsep kegiatan agar liburan jadi menyenangkan, atau tentang apa saja yang perlu disediakan, dll. Sementara soal pemimpin rombongan keluarga atau sopir ditentukan dengan bebas, tanpa banyak embel-embel dan saling berebut, sehingga forum mulai terpecah karena dukungan yang berbeda.

Marilah kita saling menjamu dan menjadi anggota keluarga yang baik dan cerdas, menghindari pertengkaran karena dipecah oleh keberpihakan anggota keluarga terhadap seorang kandidat. Biarkanlah kandidat hidup dalam dunia politiknya sendiri, merayu kita dengan kata-kata manis, sementara cabang-cabang (sebagai anggota keluarga) fokus pada pengembangan konsep organisasi.

Toh, kita semua sudah mulai besar sebagai sebuah keluarga dan semakin matang dalam menentukan pilihan.

4 komentar:

La Kafy said...

Melihat Munas, hanya lah ajang kontestasi Kandidat Ketua Umum, tak ada lagi pikiran, pembenahan, perubahan dan perjuangan untuk organisasi, mereka sudah buta, bahwa organisasi ini akan menjadi warisan bagi generasi kemudian, kita yang sampai berlarut-larut berpikir dan merenung tentang konsep ataupun desain organisasi yang sesuai dengan situasi dan kondisi, namun ada yang hanya mengutamakan libido politiknya. mari kita tendang mereka - mereka yang hanya ingin menjadikan wadah ini untuk kepentingan pribadi tanpa ada usaha perbaikan dan penyejahteraan. (pergi mako jauh-jauh ******)

v3 said...

Subhanallah, tulisannya sangat inspiratif dan membuka cakrawala berfikir. menyadarkan peran IKAMI yang selama ini seakan kabur, kalau diibaratkan cabang adalah anak yang kehilangan induknya, punya ibu tp sibuk sendiri2. berharap MUNAS jogja nanti benar2 terlaksana sesuai dgn yg dijadwalkan (meski sangat disayangkan sempat mengalami penundaan berkali-kali...)

cukup ironis, IKAMI adlh organisasi primordial/kekeluargaan, mengapa harus ditunggangi oleh kepentingan 'tertentu' yg menguntungkan pribadi/golongan. bukankah kita saudara??? tak bisakah rasa persaudaraan itu menjadi dasar utk saling memberi yang terbaik. jika kita adlh keluarga, bukankah dalam keluarga itu semua anggotanya saling mensupport (ayah,ibu,anak menjalankan perannya masing2) sehingga tercipta keluarga yg harmonis. meski ada kerikil2 yang dilalui, mau tdk mau, suka ataupun tdk menjadi sunnatullah yg memang harus kita jalani. tp yang lbh penting dari itu semua adalah kita tetap berpegangan tangan.

semoga kedepannya bsa jauh lebih baik ^^
wallahu'alam

salam persaudaraan utk IKAMI

keosabo said...

Dari lembah Malang menuju rasi bintang akrobatis Ikami Sulsel yg paling manis

Saya full support kandidat Ikami Sulsel Cab Malang, anyone

faried said...

semoga munas di yogyakarta tidak hanya menyisakan kata "pimpinan sidang"...heheh

Post a Comment

Jangan lupa meninggalkan komentar ya.... (Tolong jgn berkomentar sebagai Anonymous)

 

Alternative Road Copyright © 2012 -- Template was edited by Cheng Prudjung -- Powered by Blogger