Wednesday, February 29, 2012

Bali dan Jutaan Lapis Ketenangan

Ketenangan | Ilustrasi
Tidak banyak memang aktifitas yang kulakukan ketika berkunjung ke Bali, tepatnya di desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Saya hanya memperhatikan gerak-gerik orang-orang secara diam-diam sambil menikmati suasana lingkungan dimana saya bermukim untuk sementara di Desa Pejarakan.

Kebetulan saja saya diundang untuk menjadi fasilitator pelatihan pembuatan blog bagi para guru, walaupun kenyataannya bukan hanya sekedar (profesi) guru yang ikut menjadi peserta, ada beragam profesi seperti Tourist Guide, Karyawan di sebuah hotel, karyawan restoran, Diver, bahkan Kepala Dusun pun ikut serta. Sehingga interaksi sosialku terfokuskan kepada mereka. Berbeda saat memfasilitasi sebuah kegiatan/pelatihan sebelumnya, saya pasti punya kesempatan untuk bergaul dengan masyarakat, menggali informasi dan menikmati kekerabatannya.

Dalam posisi atau kondisi demikian, saya banyak belajar dari suasana di desa Pejarakan, desa yang secara geografis bertemu dengan laut di sebelah utara dan pegunungan di sebelah selatan. Secara umum, masyarakat disini banyak menggantungkan hidupnya pada laut, baik itu bertambak garam, menjadi nelayan ikan hias, hingga pemandu wisata laut (snorkeling dan diving), selain menggantungkan hidupnya kepada tuhan tentunya.

Secara pribadi, saya cukup heran. Masyarakan Pejarakan adalah orang-orang yang tidak lagi asing dengan laut, akan tetapi kenapa mereka tidak “ribut", tidak seperti sebuah hukum bahwa suara atau nada bicara orang-orang yang hidup di daerah laut itu besar atau keras. Disini, hukum tersebut tidak berlaku, jika anda punya kesempatan untuk berkunjung ke daerah ini, silahhkan dievaluasi penilaian saya, bahwa di Pejarakan: ada jutaan lapis ketenangan. Tak ada ingar-bingar kecuali jalan raya yang melintas dari barat ke timur.

Senyum dan keramah tamahannya sangat khas, saya suka dengan ciri khas tersebut, saat berkeliling kusempatkan memperhatikan symbol-simbol budayanya, yang paling menarik adalah gaya model ramput gadis-gadis bali yang menarik, rambut yang lurus dan panjang itu seperti dibagi menjadi tiga bagian; di bagian belakang rambut diikat biasa. Lalu di bagian depan dibuat kesamping, sementara disisi kanan dan kiri, di bagian depan telinga dibiarkan terurai ke bawah. Aduh saya kesulitan menggambarkannya, kosakata saya masih kurang. Hahahaha

Pejarakan seakan menghipnotisku, saya begitu bebas dan terhibur dengan suasananya, ketenangannya membuatku berfikir bahwa masalah utama hidup di dunia adalah ingar-bingar. Belum lagi ketika berkenalaan dengan orang-orang yang hidup begitu sederhana, memiliki keinginan besar lalu berusaha dengan keras tanpa memperdulikan penilaian citra. Saya ingin berlama-lama disini, mencari rahasia ketentraman hidup seperti apa yang kurasakan, hidup berdampingan dengan orang-orang yang berbeda agama.

Ketenangan itu tidak hanya bentukan alam: lautnya yang tenang, angin sepoi, panas yang tidak menyengat, minimnya suara bising yang menggemuruh, hingga hijaunya kebun dan hutan. Ketenangan itu datang dari manusia-manusianya, sederhana, ramah, toleran dan tidak saling membebani. Entah pada kenyataannya bagaimana, toh saya hanyalah tamu yang membuat penilaian setelah berada di Pejarakan selama beberapa hari saja.

Saat datang ke tempat ini, saran saya. Tak usah punya keinginan besar untuk menikmati keindahan bawah laut yang menjadi primadona pariwisata desa Pejarakan, umumnya di kecamatan Gerokgak. Nikmatilah ketenangannya, masyarakatnya, alamnya dan hal-hal diluar batas kata-kata untuk menyampaikan perasaan, mungkin anda akan sepakat bahwa di dunia masih ada tempat dimana ketenangan itu bisa kita nikmati, bahkan ribuan lapis hingga kita tidak tahu ketenangan yang dirasakan adalah lapisan yang mana.

2 komentar:

BUMDES PEJARAKAN said...

lain kali main lagi ke pejarakan bang ucheng

KUSUMA ISLAND said...

Bos...? Uceng! pa kabar, sehat tentunya! Amin....
Artikel yg bos tulis membuat saya seperti di bawah alam sadar membacanya kereeeeen...!
Ngiming-ngiming so'al blog sy tidak sedikitpun ada postingan bos, yah? maklumlah tidak pandai buat artikel bos.... tapi tetap semangat belajar bos....kkkkkkkkkkkkkkkk

Post a Comment

Jangan lupa meninggalkan komentar ya.... (Tolong jgn berkomentar sebagai Anonymous)

 

Alternative Road Copyright © 2012 -- Template was edited by Cheng Prudjung -- Powered by Blogger